Generasi muda saat ini dikenal dengan sebutan Generasi Millenial. Generasi yang lahir pada tahun 1980-2000an ini mengalami perpindahan zaman yang drastis. Mulai dari yang hanya pakai telep  on di wartel hingga ke zaman gadget seperti sekarang. Dari yang hanya menggunakan buku hingga berselancar di google. Bahkan Generasi Alpha (setelah Generasi Millenial) pun sudah menguasai cara penggunaan gadget. Hal ini menjadi indikator kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Perkembangan teknologi seperti di atas tidak selamanya berdampak positif bagi pemuda masa kini. Tapi semakin canggih perkembangan teknologi maka akan semakin mempermudah orang untuk menyelesaikan segala pekerjaannya, termasuk dalam penyebaran radikalisme di kalangan pemuda zaman now. Pemuda diincar karena mudah dipengaruhi dan memiliki semangat tinggi. Karenanya pemuda dianggap sasaran yang tepat.

Radikalisme menyebar bukan hanya pada pemuda awam, tapi juga pada pemuda dengan tingkat intelektual tinggi. Kurangnya daya saring informasi adalah penyebab utama mudahnya radikalisme yang merajalela. Alangkah baiknya kalau generasi millenial ini mengkaji dan menelusuri informasi yang diterima secara mendalam demi menghindari dampak dari radikalisme.
Jika informasi sudah dikaji dan ditelusuri, maka mintalah pendapat valid dari beberapa orang. Kemudian buatlah kesimpulan dari opini dan pencarian kebenaran informasi yang didapat. Hal ini setidaknya membuang jauh tradisi menerima informasi secara mentah alias tanpa diolah.

Penyebaran informasi yang dulunya hanya melalui tradisi lisan dan media cetak, sekarang sudah tersebar melalui media online seperti facebook, twitter, instagra, youtube, dan lain-lain. Mayoritas pengguna media online adalah generasi millenial. Percikan informasi melalui media online memiliki efek besar bagi daya tangkap netizen (network citizen) dalam menerima informasi.Pencucian otak (brain wash) oleh orang-orang radikal sekarang sedang gencar dilakukan di media online. Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban akibat penanaman paham radikal burujung pada sikap anarkisme.

Untuk mwnghindari gejala-gejala radikalisme, hendaknya pemuda masa kini mampu memfilter informasi digital yang memang dianggap sebagai konten negatif atau hoax. Apalagi sekarang sudah banyak situs yang mampu melacak konten hoax. Salah satunya yakni data.turnbackhoax.id. Situs tersebut mampu melacak gambar, video, dan artikel hoax. Dengan begitu, siapapun yang menemui konten yang dianggap negatif/hoax ketika sedang menjelajahi dunia maya, maka cepat lacak kebenarannya melalui alamat website tersebut.

Sebenarnya masih banyak cara yang bisa dilakukan pemuda masa kini untuk mencegah radikalisme di lingkungan masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Intinya kuasai dunia teknologi. Jangan sampai teknologi yang mengusai pemuda masa kini. Setuju ?

A book blurb should be no more than one or paper writer two paragraphs.