Karena Kecerdasan itu Mendamaikan

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…” (QS.Al-Hujurat:6)

Ayat ini menjelaskan tentang  adab bagi orang beriman dalam menghadapi suatu berita. Pentingnya tabayyun dalam menerima berita dengan meneliti dulu kebenarannya, sebelum memvonis sebuah berita. Jangan langsung menerima mentah-mentah tanpa ada upaya untuk mencari tahu kebenarannya.

Kadang kita sering tersulut emosi akibat suatu berita yang belum jelas kebenarannya. Dan kita pun kadang cepat terhasut dengan berita-berita tersebut. Padahal kita sudah dianjurkan, agar meneliti kebenaran akan sebuah berita, sehingga kita tidak salah dalam memaknainya.

Dengan semakin berkembangnya segala macam informasi, yang memenuhi lini masa media sosial, dengan itu pula kita hanya membutuhkan satu kata kunci, agar tidak terseret dalam permusuhan akibat sebuah berita. Satu kata kunci itu adalah “Kecerdasan”. Kenapa? Karena orang cerdas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berpikir sebelum bertindak

Orang cerdas tidak akan mungkin bertindak dulu sebelum berpikir, dengan berpikir  berarti kita akan mempertimbangkan semua hal agar tidak menyimpang, benar salahnya, baik buruknya semua dipertimbangkan terlebih dahulu.

  1. Tidak mudah menghakimi

Jika sekarang orang-orang dengan mudahnya menghakimi orang lain, maka orang cerdas akan mencari jalan keluar atau solusi yang tepat tanpa ada unsur menghakimi. Karena orang cerdas paham bahwa menghakimi tanpa bukti adalah tindakan yang tidak benar.

  1. Lapang dada

Orang cerdas selalu mempunyai kelapangan hati yang lebih luas, sehingga apapun berita yang ada, jika itu tidak benar, berarti dia tidak mempunyai kapasitas untuk marah, apalagi sampai meladeni kemarahan orang-orang yang tidak cerdas, berarti kita tidak ada bedanya dengan mereka.

Jika semua orang memiliki satu kata kunci ini, maka dunia akan damai, saling akur, tidak ada yang saling menjatuhkan antar sesama, tidak ada yang merasa paling hebat. Karena dengan kecerdasan yang dimiliki akan mampu menyaring semua berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Mari kita sama-sama mengusahakan kecerdasan, berpikir cerdas dan menjadi cerdas, agar tidak salah dalam bertutur dan berbuat.

Several of the more prominent theories follow three types william foster harris, in the basic patterns of plot, suggests that the three plot types are the happy ending, https://essayclick.net/ the unhappy ending, and tragedy.