Mari Jadi Pahlawan Zaman Now !
Pahlawan dikenal sebagai orang yang berjuang dan mengorbankan segala jiwa dan raganya untuk membela kebenaran. Pengorbanan ini dilakukan demi ketentraman bangsa dan negara. Sebagai bentuk apresiasi, masyarakat Indonesia merayakan Hari Pahlawan setahun sekali pada tanggal 10 November dengan cara upacara bendera, perlombaan, dan sebagainya. Segala jenis perayaan dimeriahkan dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi.
Di negara kita ini, tidak sedikit yang mengetahui arti dari kata “pahlawan” karena pengetahuan ini sudah sering dijelaskan ketika di bangku sekolah/kuliah. Secara teoritis, banyak yang memahami segala yang berkaitan dengan pahlawan. Namun tidak sedikit pula yang tidak mampu merealisasikan makna kepahlawanan itu sendiri. Bentuk penjajahan pada masa kolonial adalah kerja paksa, bedanya bentuk penjajahan pada zaman now sudah ada di segala sisi kehidupan saat ini, yakni dari sisi ekonomi, politik, agama, budaya dan lain sebagainya.
Pada zaman penjajahan, seseorang bisa dikatakan sebagai pahlawan jika telah merebut kemerdekaan dari bangsa kolonial. Pahlawan pada masa ini identik dengan bambu runcing. Kenapa begitu ? Karena bambu runcing adalah senjata yang digunakan pahlawan Indonesia dalam medan perang melawan canggihnya senjata kaum kolonial. Selain bambu runcing, ada rencong, sumpit beracun dan keris. Jika pahlawan zaman dahulu menggunakan senjata tajam untuk mengambil kembali kemerdekaan, lalu apa senjata pahlawan jaman now untuk mengusir penjajahan yang mulai kembali di negara kita ini ?
Radikalisme dan terorisme adalah bentuk penjajahan psikologis yang seringkali tidak disadari oleh masyarakat Indonesia. Radikalisme dan terorisme ini tentunya tidak hanya muncul pada zaman now saja, melainkan sudah berkembang sebelum orde reformasi. Dampak teknologi yang semakin canggih mampu mendorong lajunya penyebaran radikalisme ke berbagai lapisan masyarakat. Jiwa dan raga masyarakat awam dikendalikan oleh kaum kapitalis. Ini terjadi karena lemahnya tingkat analisis terhadap informasi yang diterima.
Informasi-informasi yang diterima sekarang sudah canggih. Cukup buka google, ketik apa yang ingin dicari di kotak pencarian, lalu tinggal klik hasil pencarian yang diinginkan. Tersedia beberapa jenis hasil pencarian di google. Ada berupa teks, gambar, gif, dan video. Melalui sumber digital ini, sudah pasti gampang tersebar karena banyaknya penduduk Indonesia yang bergantung pada internet.
Konten-konten negatif dan hoax merupakan sarana jitu dalam menyebarkan paham-paham radikal di dunia maya. Serangan radikalisasi melalui internet adalah penjajahan yang membutuhkan pahlawan sebagai penangkal. Pengguna internet yang bijak adalah pahlawan yang sangat dibutuhkan pada jaman now. Bisa disebut “Pahlawan Zaman Now”.
Sebagai pahlawan zaman now, hendaklah sebar konten-konten positif guna membangun NKRI yang maju dan berkualitas tinggi. Seimbangkan dunia maya tanpa provokasi agar negara tidak mati. Buka hati tutup dengki. Mari kembalikan negara dan bangsa pada identitas diri.

-Salam Bebas-

The bell-shaped curve approaches the horizontal axis https://college-homework-help.org/ asymptotically in both directions.