• Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi berharap para pemuda dan pelajar di NTB terus memperkuat komitmen keIndonesiaan bagi kejayaan dan kemajuan bangsa dan juga NTB. Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak seluruh generasi muda untuk terus mengobarkan api semangat sumpah pemuda dan berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta meninggalkan ego kesukuan, keagamaan, dan kedaerahan.

“Perbanyaklah perjumpaan, perkuat silaturahmi, dan titik-titik kesamaan serta sisihkan perbedaan,” ujar TGB saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (30/10).

Sudah saatnya pemuda berdiri, bersatu dan maju melawan derasnya arus paham radikalisme yang selama ini relatif cukup mampu mengkotak-kotakkan kita. Caranya bagaimana? Sebelum bergerak dan bertindak untuk melawan radikalisme, pemuda terlebih dahulu harus mampu membentengi dirinya sendiri dari berbagai bentuk infiltrasi paham radikalisme. Dalam memaknai Sumpah Pemuda, tentunya berbeda dari zaman ke zaman dan tergantung tantangan zamannya. Salah satu tantangan zaman sekarang adalah radikalisme dan intoleransi, yang berusaha mengkotak-kotakkan bangsa Indonesia dalam perbedaan SARA.

Pemuda sadar akan makna persatuan nasional masih dalam posisi silent majority, mereka memiliki cara dan saluran tersendiri dalam menyikapi ancaman terbelahnya persatuan nasional karena isu SARA. Pemuda Indonesia itu tangguh dan pemberani, melawan penjajah yang bersenjata canggih saja kita pantang mundur, apalagi hanya melawan gerakan radikalisme.

Komitmen kebangsaan para pemuda masih “on the track”. Hanya saja, pemuda perlu diberi lebih banyak ruang dan saluran untuk dapat menunjukkan ekspresi nasionalisme dan kebangsaan mereka. Sekarang sudah saatnya berbuat, bekerja dan berkontribusi secara nyata di masing-masing bidang keahlian dan tempat pengabdiannya. Yang paling penting dan utama adalah tertanamnya rasa memiliki Indonesia dalam segenap jiwa para pemuda. Pemuda hari ini sangat menyadari bahwa persatuan nasional adalah di atas segalanya. Indikator sederhananya adalah kita mudah akrab ketika bertemu dengan sesama pemuda dari suku dan etnis lain yang berbeda.

Sikap pemuda harus bisa melawan radikalisme, melawan terorisme, termasuk melawan ujaran kebencian, melawan SARA, juga melawan berbagai bentuk usaha perorangan ataupun kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Pemuda harus makin memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan tanpa melihat dari suku dan agama untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Republik Indonesia. Harus di lawan termasuk yang melemahkan Bhineka tunggal Ika, menghancurkan NKRI dengan merubah Dasar Negara itulah makna Sumpah Pemuda.

 

Sumber :

  1. NEWS republika.co.id
  2. Mataramnews

What happens when a cell https://essaydragon.com/ encounters a signal.