Apa yang di pikiranmu ketika dihadapkan dengan kata “Islam” ? Pasti sebagian besar masyarakat jaman now bakal berpendapat bahwa Islam itu teroris, orang-orang Islam (muslim) itu ISIS, mereka suka kekerasan dan demo sana sini dan sebagainya. Bukan cuma itu, pastinya masih banyak lagi persepsi negatif tentang Islam. Sebenarnya makna Islam sangat jauh dari anggapan negatif tadi guys.

Dalam bahasa arab, kata “Islam” berakar dari kata “salam” yang artinya damai. Maksudnya Islam itu sudah pasti agama yang damai. Kalau memang damai kok bisa ada teror dan demo sana sini yang mana pelakunya adalah umat Islam ? Sebabnya karena masyarakat awam tidak mampu menyaring ajaran dan informasi yang datang dari berbagai media. Pikiran sudah dicuci oleh ajaran yang mengandung kekerasan, maka terjadilah aksi kekerasan yang menakutkan demi mewujudkan tujuan politik dan sebagainya. Tindakan inilah yang membuat Islam selalu dipandang berbahaya oleh umat agama lain.

Alasan mereka melakukan terorisme adalah “jihad”. Makna kata jihad sering diplesetin sama pemikiran labil. Jihad adalah berjuang menegakkan syari’ah Islam. Perjuangan di jalan yang diridhoi Allah. Entah itu berperang, dakwah atau yang lainnya. Berjuang dengan cara memerangi orang-orang yang menentang ajaran Islam adalah cara yang dilakukan muslim awam saat ini.

Peperangan untuk memberantas kaum yang menentang ajaran Islam (kafir) memang terjadi pada zaman nabi, seperti perang badar dan perang salib. Sahabat-sahabat dan umat nabi pada zaman itu terpaksa melakukan tindak peperangan karena kaum kafir berusaha menghalangi upaya nabi dalam menyuarakan Islam. Kaum kafir menghalangi dengan kekerasan maka dilawan pula dengan kekerasan.

Beda dengan konteks saat ini, umat non-muslim diam-diam kok malah dibom abis-abisan. Kaum teroris malah mengklaim diri mereka sebagai pelaku jihad yang sedang berada pada jalan yang diridhoi Allah sehingga darah umat non-muslim halal untuk dibunuh. Kekerasan akibat radikalisme terus menebar ke berbagai penjuru bahkan sampai ke lembaga-lembaga pendidikan. Pondok pesantren adalah titik rawan bagi penanaman paham radikal. Maka disinilah peran ustadz/ustadzah mengarahkan santri dan santriwati mereka agar lebih bisa membedakam informasi yang pantas diterima dan mana yang tidak.
Menerapkan tanpa tahu makna dasar dan prinsip-prinsip itu adalah suatu tindakan bodoh yang menyesatkan. Sama halnya ketika melakukan aksi teror yang dibalut dengan tujuan jihad. Bukannya berjuang di jalan Allah, malah merugikan diri dan orang lain akibat pencucian otak. Mari kembalikan jati diri pendidikan Islam pada makna harfiahnya, yakni pendidikan Islam yang anti kekerasan.

Nah, agar negara dan bangsa jadi damai, aman dan tentram, yuk sama-sama kaji informasi yang ditemui. Kalau udah dikaji baru deh boleh diterapkan. Sebelum bertindak, pastikan apa yang kamu lakukan tidak akan berakibat buruk bagi diri sendiri terlebih lagi bagi orang lain. Karena kedamaian ada di tangan kita masing-masing. Mari bangun kembali pendidikan Islam yang anti akan kekerasan. Selamat berjuang dan berkarya !

Keep in mind, however, that english grammar is simpler https://essaydragon.com/ than most.