Dalam diam dan bisunya kalbu yang  dirundung pilu

Langkah demi langkah kelu coba ku ukir dalam pijakan asa

Ku coba senadakan, namun sendiri ku tak mampu

Hingga tiba saatnya, cahaya nan gemerlap mengusik pupilku

Ia datang dengan seringai dan peluh penuh makna

Mencoba memasuki relung bisu yang diterpa pilu

“Ini..ku serahkan seluruh ruangku”, desisku

Ku pikir semuanya hampa,tapi lima detikku terasa bernyawa

Cahayanya semakin indah bak aurora di ufuk utara

Jejaknya kian berirama, menyisakan alunan lembut yang menggelitik telinga

Dedikasinya tak mampu ku hindari, tak pernah tenggelam walau malam

Hidupku tak penuh drama lagi, karena akulah dalangnya

Ku coba menguras samudera untuk membalas jasanya, namun nihil

Ku ikat angin untuk menyenanginya, namun dayaku sirna

Hingga ku sadari, tak perlu ku guncang dunia

Tak perlulah aku menjadi mustahil, karena dia memang istimewa

Betapapun jauhnya jiwa ragaku berkelana, harumnya tak pernah sirna

Sedalam apapun ku selami lautan lava, wujudnya selalu sama

Hanya karena kau pelitaku penuhi seluruh ruang gelapku

Dan ku sebut dikau, Sang Guru

Does a list of https://pro-essay-writer.com/ 500 friends make sense to you.