TOLERANSI BERAGAMA KOTA TUA AMPENAN

Ampenan merupakan sebuah kota yang terletak di sebelah barat Kota Mataram, Ampenan terkenal dengan peniggalan sejarah yang masih berdiri sampai saat ini, dahulu Kota Ampenan merupakan armada pelabuhan, pusat perekonomian, dan perdagangan yang sangat jaya pada masanya, hanya saja masa kejayaan dan keemasan pelabuhan ampenan berakhir karena seluruh aktivitas pelabuhan di pindahkan ke Lembar. Selain itu, Kota Ampenan memiliki ciri khas tersendiri dari kota – kota yang lainnya, dimana terdapat beberapa bangunan tua peninggalan Belanda, sehingga kota Ampenan lebih dikenal dengan Kota Tua Ampenan.

Pada hari minggu tanggal 12 November 2017 Mayung duta damai bersama dengan Lombok Good Guide melakukan walking tour di kota tua Ampnenan, banyak hal yang kami dapatkan dari walking tour kali ini, mengenai sejarah kota tua, ragam mayoritas agama dan wisata kuliner apa saja yang ada di kota tua ampenan. Salah satu guide lombok good yakni eko surya menjelaskan bagaimana sejarah dan juga banyaknya keanekaragaman agama yang ada di kota tua Ampenan. 

Kota tua Ampenan saat ini memiliki beragam suku budaya yang tinggal disana, diantaranya terdapat kampung melayu, kampung tionghoa, dan lain sebagainya. Masyarakat Ampenan umumnya hidup rukun dan saling bertoleransi antar agama. Terdapat beberapa tempat ibadah yang saat ini sering kali dikunjungi oleh masyarakat yakni ada masjid Lebai Sandar, Kelenteng, dan Vihara.

Masjid Lebai Sandar merupakan masjid yang dibangun oleh tokoh muslim yang ingin mengembangkan islam di kota tua Ampenan, hingga saat ini masjid tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi tempat ibadah masyarakat. Selanjutnya terdapat sebuah Klenteng yang merupakan tempat ibadah bagi suku Tionghoa, tempat ini menjadi universal untuk seluruh aliran Tionghoa  dan terdapat Vihara Prajna Dharma Maitreya tempat ibadah agama budha yang letaknya tidak begitu jauh dari Klangten dan tepat berhadapan dengan kampung melayu yang di dominasi penganut muslim.

Toleransi antar beragama benar – benar terasa di Kota tua Ampenan, memberikan kesan bahwa perbedaan bukan menjadi masalah untuk saat ini, yang lalu biarkan menjadi sejarah yang akan kita kenang dan menjadi pelajaran untuk kedepannya,  sekarang masyarakat sudah memahami dan mengerti untuk dapat hidup rukun hendaknya sama – sama saling rangkul, tanpa adanya perselisihan dan pertikaian, jangan sampai terprovokasi dengan adanya berita – berita hoax yang merusak antar agama. Sebagai masyarakat yang memiliki banyak cerita bersejarah, banyaknya suku yang beragam, dan tempat wisata yang indah, mari sama – sama bangun Kota Tua Ampenan sebagai daerah yang dapat bersaing dengan daerah yang lain di Indonesia.

In https://pro-academic-writers.com/ addition, I always enjoyed watching english movies.