Persatuan/kesatuan mengandung arti “bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Kalimat ini menjadi salah satu pelecut semangat bagi bangsa indonesia dalam merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah di masa lampau. Makna tersebut sampai hari ini tidak akan berubah sampai kapanpun, namun dalam kontek penerapannya sekarang mengalami sedikit pergeseran, kalau zaman dulu digunakan untuk melawan penjajah sekarang makna persatuan dan kesatuan digunakan untuk menyatukan sikap dalam melawan segala bentuk gangguan yang mengancam kedaulatan bangsa indonesia termasuk radikalisme terorisme. Kenapa kita harus menggalang persatuan dan kesatuan untuk melawan radikalisme ? karena Radikalisme telah membuat generasi muda kita, menjadi generasi yang mudah marah, mudah menyalahkan orang lain, merasa paling benar, dan mudah menyebarkan kebencian.

Sangat disayangkan, karena pemuda zaman sekarang merupakan generasi milienial yang mempunyai karakter berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi zaman sekarang sangat erat hidupnya dengan dunia internet yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan media sosial untuk menyebarkan informasi dan mengetahui perkembangan dunia. Namun fakta justru terbalik generasi sekarang salah memanfaatkan media tersebut yaitu lebih banyak menyebarkan berita-berita hoax dan malah menjadi korban provokasi karena mereka tidak dibentengi dengan pengetahuan yang mumpuni.

Menghadapi zaman informasi seperti ini, generasi muda harus mempersiapkan diri agar tidak mudah diprovokasi dan diadu domba oleh informasi yang beredar, caranya adalah dengan memperbanyak pengetahuan, meningkatkan kecerdasan dan memperbaiki akal budi. Yang tidak kalah penting selaku warga negara indonesia maka semangat nasionalisme ( cinta terhadap bangsa ) harus selalu dipegang teguh agar bisa memilih dan memilah mana kepentingan yang sesuai dengan negara atau tidak.

Sikap diatas sangatlah penting untuk diterapkan karena di tahun-tahun yang akan datang generasi muda akan lebih berjibaku dengan media sosial. Kekuatan dari media sosial ini sangatlah besar dalam membentuk pola pikir, tindakan dan cara pandang hidup masyarakat. saking kuatnya pengaruh media ini semua elemen penting negeri ini ikut menjadi korban mulai dari artis, para politikus, pejabat negara, prseiden RI, TNI, polri bahkan para ulama sekalipun tidak sekali duakali dijadikan bulan-bulanan dan caci-maki para haters di media sosial. Tidak jarang pula di media sosial berbagai bentuk hasutan dan provokasi di ekspos secara intens untuk mengajak publik melakukan berbagai hal, sesuai kepentingan dan idiologi kelompok tertentu.

Kelompok yang berbuat kejatahan tersebut menyebarkan informasi yang tidak benar melalui semua saluran yang ada di media sosial seperti facebook, twitter, path, e-mail, website dan layanan lainnya. Sebenarnya menyebarkan informasi merupakan perbuatan yang baik Sepanjang informasi yang disebarluaskan memang benar dan bermanfaat untuk kepentingan publik, namun akan menjadi buruk apabila informasi yang dibagikan melalui media sosial ternyata memiliki muatan hasutan, ujaran kebencian, dan lain sebagainya yang berpotensi memicu timbulnya keresahan masyarakat. akan sangat berbahaya jika informasi yang disebarkan tersebut menyertakan isu SARA di dalamnya, hal ini akan menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. tentu masih kita ingat peristiwa demo 212 yang akarnya berasal dari informasi media sosial. Peristiwa pengusiran jamaah ahmadiyah juga merupakan fakta yang tidak bisa dilupakan dari dampak media sosial ini.

Melihat dampak yang ditimbulkan tersebut maka sudah menjadi keharusan bagi kita selaku warga negara untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan mudah terprovokasi, jangan menebar kebencian dan berita bohong karena itu haram hukumnya. Mari kita menjaga bangsa indonesia dari bahaya adu domba dengan tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menghentikan segala bentuk perbuatan yang mengadu domba bangsa indonesia. apalagi indonesia sekarang menghadapi tahun politik yaitu pilkada serentak, kita harus berhati-hati dalam menilai sebuah informasi. Saatnya bagi generasi zaman now mengatakan NKRI harga mati !

 

He setup a https://essayclick.net/ state-of-the-art code, build and release system using git, gerrit and jenkins, which we’ve subsequently ported our code to.